Search

Ini 4 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Jawa Barat

Ini 4 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Jawa Barat
Share this :

Terbentang dari mulai pesisir kota Indramayu di bagian sebelah utara sampai dengan Pangandaran di bagian sebelah selatan, dari kota Sukabumi di bagian sebelah barat sampai kota Kuningan di ujung sebelah timur, provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah populasi yang terpadat di negara Indonesia.

Pada abad ke-5 di wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanegara, yang kemudian dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dengan ibukotanya Pakuan Pajajaran (atau sekarang Kota Bogor). Dan pada abad ke-16 berdirilah Kesultanan Cirebon yang masih ada sampai sekarang ini. Tidak heran kalau provinsi Jawa Barat kaya akan warisan adat dan budaya yang luhur dan masih terjaga dengan baik hingga saat ini.

gunung-padang-kota-cianjur-2

Provinsi Jawa Barat ini berada pada jalur cincin api pasifik, dan merupakan wilayah yang memiliki beberapa gunung berapi yang masih aktif ini juga kerap disebut dengan Parahyangan atau artinya “tempat tinggal para dewa” karena bentangan alamnya yang terkenal begitu indah serta unik dengan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari kota Jakarta atau pun kota Bandung.

Dari danau yang berada di puncak gunung sampai dengan pantai yang berpasir putih, provinsi Jawa Barat memang memiliki banyak sekali keajaiban alam yang begitu mengesankan dan spektakuler, sehingga sangat sayang untuk dilewatkan. Berikut 4 destinasi wisata di Jawa Barat yang masih alami dan jarang dikunjungi wisatawan yang memiliki keindahan alam yang menawan.

1. Berkelana ke Zaman Purbakala : Pulau Biawak, kota Indramayu

Anda tentu sudah mengetahui tentang Pulau Komodo di mana reptil purba raksasa yang bernama komodo hidup berkeliaran di Pulau Komodo dengan bebas. Akan tetapi tahukah Anda kalau ada tempat yang mirip dengan Pulau Komodo dan letaknya tak terlalu jauh dari kota Jakarta, tepatnya di pesisir sebelah utara kota Indramayu juga terdapat sebuah pulau yang banyak dihuni oleh komodo atau kadal raksasa?

Seperti namanya, Pulau Biawak merupakan pulau dengan habitat alaminya satwa liar biawak. Dulunya pulau Biawak ini tertutup untuk umum dikarenakan dijadikan lokasi penelitian milik pemerintah. Namun sekarang ini, asalkan memiliki keberanian, Anda bebas untuk menjelajahi pulau Biawak ini di dalam setiap jengkalnya.

Begitu perahu tiba dan merapat di pantai Pulau Biawak yang memiliki pasir putih ini, Anda akan langsung disambut oleh pemandangan megahnya, yaitu mercusuar kuno yang memiliki tinggi 65 meter yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa. Anda juga dapat naik ke puncak mercusuar tersebut melalui tangga yang berputar untuk melihat seluruh bagian pulau Biawak.

Pemandangan yang dapat dilihat dari atas mercusuar ini tidak hanya di daratan saja, tetapi juga pemandangan alam di bawah laut di sekitar Pulau Biawak bisa terlihat begitu cantiknya. Dan Anda pun dapat menikmati indahnya pemandangan bunga karang serta ikan-ikan yang beraneka ragam warna  tersebut sambil snorkling. Kalau Anda cukup memiliki nyali, cobalah menjelajahi hutan bakau yang terdapat di pulau Biawak ini, siapa tahu Anda dapat bertemu langsung dengan para “sepupu” komodo yang sedang melintas di sela-sela banyak pepohonan.

pulau-biawak

Meskipun hewan purba biawak ini tidak seagresif komodo, namun biawak dewasa dapat tumbuh sebesar dan sepanjang tiga meter. Biawak juga bisa menggigit. Dan yang harus diingat, apabila berpapasan dengan biawak, waspadalah dengan sabetan ekornya, karena ekor biawak adalah senjata yang akan mereka gunakan jika merasa terancam atau dalam bahaya.

2. Uji Nyali, Mental, dan Ketangguhan: Tebing Citatah, di Padalarang

Meskipun hanya berjarak 5 kilometer dari gerbang pintu keluar tol Padalarang, Tebing Citatah ini memang tidak sepopuler Goa Pawon serta Stone Garden. Saat ini tebing Citatah ini berada di bawah pengawasan Kopassus. Hal tersebut dikarenakan tebing-tebing yang ada di kawasan Padalarang ini kerap sekali digunakan sebagai sarana atau lokasi tempat latihan militer. Akan teapi, pada akhir pekan, ketiga tebing yang ada, yaitu: tebing Citatah 48, tebing Citatah 90 dan tebing Citatah 125 dibuka untuk pengunjung umum yang ingin melakukan berbagai aktivitas panjat tebing – tanpa dipungut biaya sepeser pun!

tebing-citatah

Bagi para pendaki kelas pemula, Anda dapat mencoba memanjat tebing Citatah 48 yang memiliki ketinggian 40 meter sampai 50 meter. Begitu Anda sukses dan berhasil menaklukkan tebing Citatag 48 yang merupakan tebing batu kapur ini, Anda akan disambut dengan monumen Belati milik Kopassus yang diperuntukkan sebagai simbol keberhasilan telah menaklukan tebing Citatah 48 ini.

Memanjat tebing Citatah ini bukan cuma untuk menguji fisik anda saja. Untuk dapat menaklukkan tebing Citatah ini, Anda juga membutuhkan fokus serta ketelitian. Konsentrasi juga dibutuhkan untuk menaklukan tebing Citatah ini karena pada setiap saat bahaya dapat mengancam keselamatan para pemanjat tebing ini.

Dikarenakan tingkat kesulitan yang cukup lumayan tinggi serta besarnya risiko yang akan dihadapi, tebing Citatah 90 serta tebing Citatah 125 hanya diperuntukkan bagi pendaki yang telah berpengalaman saja, dengan menunjukkan bukti sertifikat serta surat ijin dari pihak yang berwenang.

tebing-citatah

3. Menguak Piramida yang Misterius di Situs Megalitikum Gunung Padang, kota Cianjur

Di lintasan gunung berapi atau tepatnya di kawasan kota Cianjur terdapat sebuah penemuan besar yang telah sukses mengubah sejarah peradaban di masa lalu. Ketika reruntuhan candi banyak ditemukan di bukit dengan tinggi 100 meter ini, pada awalnya semua orang menganggap bahwa itu adalah hal biasa. Namun ketika 20 tahun yang lalu barulah diketahui bahwa candi tersebut bukan hanya berdiri di atas bukit, melainkan berada di sebuah piramida buatan manusia yang telah terkubur oleh tanah!

Dari penelitian uji karbon yang dilakukan oleh para ilmuwan, telah disimpulkan bahwa bebatuan yang digunakan untuk membangun piramida tersebut diperkirakan telah memiliki usia antara 9.000 sampai 20.000 tahun yang lalu, atau sekitar 6.000 tahun sebelum Raja Tut membangun piramida-piramida di negara Mesir. Penemuan piramida ini telah menjadikannya sebagai piramida paling tertua di dunia.

gunung-padang-kota-cianjur

Meskipun sampai sekarang ini berbagai macam penelitian sejarah masih berlangsung, tetapi Gunung Padang telah dibuka untuk masyarakat umum. Untuk dapat menuju puncak piramida dibutuhkan waktu pendakian selama 20 menit dengan melalui jalan setapak. Di teras pertama piramida dan yang paling luas, pengunjung akan disambut dengan sebuah pohon besar.

Makin ke atas hingga sampai menuju ke puncak, ukuran teras akan semakin mengerucut. Hal ini sebagai simbol hierarki masyarakat di masa yang lalu.

Di saat Anda sedang berdiri dan berada di tengah-tengah tempat pemujaan purbakala yang dikelilingi gunung berapi, serta pepohonan yang hijau, dengan suasana yang tenang, maka pikiran Anda sejenak akan terlena dan dapat membayangkan kehidupan di masa pra-sejarah sambil melihat-lihat pemandangan yang jauh di  bawahnya.

gunung-padang-kota-cianjur-1

4. Indahnya Aliran Air Terjun di Sela-Sela Bebatuan: Curug Batu Templek, kota Bandung

Anda mungkin akan merasa kesulitan mencari tahu cara menuju Curug Batu Templek ini jika bertanya pada warga di Kota Bandung. Meskipun menuju lokasi curug ini tidak terlalu sulit untuk dicapai, namun karena lokasi Curug Batu Templek yang berada di kawasan penambangan batu alam, sehingga menjadikan nama Curug Batu Templek masih terdengar asing di telinga.

Sebagai fenomena atau peristiwa geologi yang sangat langka, Curug Batu Templek ini sebetulnya merupakan hasil dari proses terjadinya retakan kecil oleh lempeng bumi, yang terbentuk akibat dari pergerakan tektonis, sehingga dapat menyebabkan keluarnya air dari sela-sela batu-batuan.

Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Curug Batu Templek ini adalah ketika musim hujan. Hal tersebut dikarenakan ketika aliran air cukup deras serta berwarna kecoklatan, sehingga Curug Batu Templek dapat menampilkan keunikan tersendiri.

curug-batu-templek-kota-bandung-1

Jalan menuju Curug Batu Templek berupa jalan setapak yang berukuran tidak terlalu besar, cara terbaik untuk mengunjungi Curug Batu Templek adalah dengan menggunakan kendaraan roda dua. Setelah melewati daerah kawasan para pengrajin batu alam yang terletak di Pasar Impun, Anda masih harus melalui beberapa buah tanjakan.

Begitu Anda tiba di atas bukit, panorama Curug Batu Templek yang berada di daerah Bandung Timur yang spektakuler ini bisa Anda lihat dengan jelas. Akan tetapi, jangan kaget kalau Anda adalah orang satu-satunya pengunjung di Curug Batu Templek ini! Dikarenakan curug batu ini belum begitu terkenal dan memang susah untuk menuju tempat wisata ini.

Sementara itu akan terlihat sayup-sayup di kejauhan dan terdengar suara percikan air Curug Batu Templek yang menandakan bahwa lokasi Curug Batu Templek tersebut sudah dekat.

curug-batu-templek-kota-bandung

Facebook Comments
Share this :

Related posts

Leave a Comment

Translate »