Search

Penjelasan Perang Saudara Suriah ( Bagian 1 )

Penjelasan Perang Saudara Suriah ( Bagian 1 )
Share this :

“Perang sipil suriah adalah konflik paling mematikan di abad ke-21 yang kita saksikan sejauh ini”

Lima tahun sejak konflik dimulai, lebih dari 250.000 warga suriah telah tewas dalam pertempuran itu, dan hampir 11 juta warga suriah (setengah penduduk sebelum dimulainya peperangan) telah mengungsi dari rumah mereka.

Pada tahun 2011, apa yang kemudian dikenal sebagai “Musim Semi Arab”(Arab Spring) pemberontakan menggulingkan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali dan Presiden Mesir Hosni Mubarak.

Bulan Maret, protes damai terjadi di Suriah juga, setelah 15 anak laki-laki ditahan dan disiksa karena telah membuat coretan dalam mendukung Musim Semi Arab. Salah satu anak laki-laki, 13 tahun Hamza Al-Khateeb, tewas setelah disiksa secara brutal.

Pemerintah Suriah, yang dipimpin oleh Presiden Bashar Al-Assad, merespon protes dengan membunuh ratusan demonstran dan memenjarakan banyak lagi. Pada Bulan Juli 2011, pemberontakan dari militer mengumumkan pembentukan Tentara Suriah Bebas (Free Syrian Army), sebuah kelompok pemberontak yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan dan Suriah mulai berubah ke perang saudara.

Kata 'Tabah' yang terlihat dicorat-coret pada bangunan yang rusak di Darra [Wissam Al-Mokdad/Reuters]
Kata ‘Tabah’ yang terlihat dicorat-coret pada bangunan yang rusak di Darra [Wissam Al-Mokdad/Reuters]

Apa yang menyebabkan pemberontakan ?
Pada mulanya, kurangnya kebebasan dan kesengsaraan ekonomi memicu kebencian pada pemerintah Suriah, dan kemarahan publik meradang oleh tindakan keras terhadap para demonstran. Suksesnya pemberontakan di Tunisia dan Mesir memberi energi dan harapan kepada para aktivis pro-demokrasi Suriah. Banyaknya gerakan islam juga sangat menentang pada aturan Assad.
Pada tahun 1982, ayah Bashar Al-Assad, Hafez, memerintahkan tindakan keras militer pada Ikhwanul Muslimin di Hama, yang menewaskan antara 10,000 – 40,000 orang dan banyak kota yang diratakan.

Sebuah kelompok berkumpul dekat sebuah rumah di al-Athamneh, Hama Provinsi, Suriah yang dilaporkan dihancurkan oleh pasukan Angkatan Darat Suriah setelah saudara pemiliknya membelot dari Tentara Suriah [Austin Tice / Getty Images]
Sebuah kelompok berkumpul dekat sebuah rumah di al-Athamneh, Hama Provinsi, Suriah yang dilaporkan dihancurkan oleh pasukan Angkatan Darat Suriah setelah saudara pemiliknya membelot dari Tentara Suriah [Austin Tice / Getty Images]

Bahkan pemanasan global mengklaim telah memainkan peran dalam memicu pemberontakan 2011. Saat kekeringan parah melanda Suriah 2007-10, memicu sebanyak 1,5 juta orang untuk bermigrasi dari daerah pedesaan ke kota, yang diperburuk kemiskinan dan kerusuhan sosial. Meskipun protes awal kebanyakan bukan pengikut ajaran sekte,konflik bersenjata menyebabkan munculnya perpecahan pada pengikut ajaran sekte.

Kelompok agama minoritas cenderung mendukung pemerintahan Assad, sementara mayoritas pejuang oposisi adalah Muslim Sunni. Meskipun sebagian besar Suriah adalah Muslim Sunni, pihak keamanan Suriah telah lama didominasi oleh anggota sekte Alawit yang mana Assad adalah anggota.
Pengikut ajaran sekte berpisah tercermin antara sikap aktor regionalnya. Pemerintah mayoritas Syiah Iran dan Iraq mendukung Assad, seperti halnya Lebanon (berbasis Hizbullah), sementara negara – negara Sunni mayoritas termasuk Turki, Qatar, Arab Saudi dan lain – lain kukuh mendukung pemberontak.

Sumber : Al-Jazeera.com

 

Facebook Comments
Share this :

Related posts

One thought on “Penjelasan Perang Saudara Suriah ( Bagian 1 )

  1. Maya

    Rasanya sedih tapi bingung, kalau mendengar kabar saudara muslim ketika sedang kesusahan, hanya bisa bantu berdoa supaya ttp kuat dan tabah ,serta taat kepada Allah. Aamiin

Leave a Comment

Translate »