Search

ISIL mengklaim bertanggung jawab atas pemboman di Iraq

ISIL mengklaim bertanggung jawab atas pemboman di Iraq
Share this :
Ledakan di lingkungan Syiah menandai hari paling mematikan tahun ini untuk Baghdad dengan korban tewas melebihi 88 jiwa

Empat bom mobil terpisah di ibukota Irak, Baghdad telah menewaskan sedikitnya 88 nyawa, sumber polisi mengatakan kepada Al Jazeera.

Ledakan mematikan pada hari Rabu, dari mobil 4WD dikemas dengan bahan peledak, terjadi di dekat sebuah salon kecantikan di pasar yang ramai pada jam sibuk di kawasan kota Sadr di Baghdad, menewaskan sedikitnya 61 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Sebagian besar korban serangan adalah perempuan, polisi Iraq dan sumber rumah sakit mengatan kepara kantor berita Reuters.

Negara Isalam Iraq dan kelompok Levant ( ISIL, juga dikenal ISIS ) mengaku bertanggung jawab atas semua serangan hari Rabu – yang menandai tahun paling mematikan di Baghdad – dalam sebuah pernyataan di media sosial tak lama setelah ledakan. Kelompok itu mengatakan serangan di kota Sadr dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri, klaim dari pejabat Iraq membantahnya.

Tiga ledakan bom mobil lain pada Rabu mengguncang tiga kabupaten terpisah di Baghdad, menewaskan sedikitnya 27 orang, di pos pemeriksaan polisi di distrik Muslim Kadhmiyah dan Hurriyah didominasi Syiah, serta kabupaten Jamiyah, sumber polisi mengatakan kepada Al Jazeera.

Jalur untuk semua serangan yang diperkirakan akan meningkat.
Ditempat lain di provinsi Anbar, Irak barat, di pinggiran kota Al-Baghdadi, setidaknya 15 tentara Irak tewas dan lebih dari 40 terluka dalam serangan bunuh didi ISIL yang lain.

Pejuang meledakkan beberapa mobil sebagai pasukan Irak untuk mendekat ke wilayah ISIL berada.

pict 2

Militer Irak baru-baru ini mengumumkan operasi militer untuk merebut kembali kota, yang jatuh ke ISIL pada tahun 2014.

Dalam dua minggu terakhir, ISIL telah mengaku bertanggung jawab atas dua serangan yang menargetkan komunitas Syiah di Baghdad.

Pertama, sebuah bom mobil, menargetkan pasar terbuka yang sering dikunjungi oleh umat islam Syiah di Nahrawan, dekat Baghdad, menewaskan sedikitnya 23 orang dan melukai 38 lainnya.

Dua hari kemudian, sebuah bom mobil yang menargetkan peziarah Syiah memperingati ulang tahun kematian seorang imam abad-8 yang menewaskan sedikitnya 18 orang.

Pada bulan Februari, ISIL juga mengklaim pemboman bunuh diri bersamaan di kota Sadr yang menewaskan 70 orang .

Jalur berfluktasi

Menurut PBB, sedikitnya 741 warga Irak tewas pada bulan April dalam kekerasan yang sedang berlangsung, penurunan tajam dari bulan sebelumnya.

Dalam laporan bulannan yang diterbitkan pada tanggal 1 Mei, misi PBB ke Iraq menyebutkan jumlah warga sipil yang tewas ada 141, sementara sisanya adalah anggota pasukan keamanan. Sebanyak 1.374 warga Iraq terluka bulan itu, kata mereka.Pada bulan Maret, setidaknya 1.119 orang tewas dan 1.561 terluka.

Baghdad tetap daerah paling parah dalam hal kematian yang didokumentasikan, dengan 232 warga sipil tewas dan 642 luka-luka pada bulan April.

Berbicara kepada Al Jazeera dari London, Ghassan al-Attiyah, dari institut Iraq untuk Demokrasi dan Pembangunan, mengatakan masalah utama terletak pada kurangnya persatuan diantara rakyat Irak, serta kurangnya warga yang percaya kepada pemerintahannya.

Perang melawan ISIL memperburuk konflik sektarian di Iraq, sebagian besar antara mayoritas Syiah dan minoritas Sunni, yang telah bergejolak sejak invasi pimpinan AS pada 2003.

Ketegangan sektarian juga mengancam untuk merusak upaya untuk mengusir ISIL dari wilayah luas di utara dan barat Iraq yang diperlebar pada tahun 2014.

Sumber : Al Jazeera.com

Facebook Comments
Share this :

Related posts

Leave a Comment

Translate »