Search

Bro Sixteen, Band Animasi Karya Anak Bangsa

Bro Sixteen, Band Animasi Karya Anak Bangsa
Share this :

Mendengar kata ‘Band Animasi’ kebanyakan pasti akan mengaitkannya dengan Gorillaz, sebuah band animasi asal Inggris yang memulai debutnya di tahun 1998, meskipun band-band yang konsepnya serupa tidak hanya Gorillaz. Sebut saja Mystik Spiral, Beck, Eskimo, Dethklok atau PusherJones yang memulai debutnya di 2012 lalu. Bahkan Gorillaz menjadi ikon band animasi dengan didapatkannya predikat sebagai ‘Band Virtual Terbaik’ versi Guiness Book of Record.

Di Indonesia sendiri, band-band dengan menggunakan video animasi untuk mempromosikan lagu andalannya sudah cukup banyak, mulai dari Samsons – Hey Gadis, J-Rocks – Ceria, Padi – Bayangkanlah, Wayang – Jangan kau Pergi dan Kotak – Haters.

Tapi bagaimana dengan konsep animasi seperti pertama kali kemunculan Gorillaz? Di Indonesia sendiri sepertinya belum ada yang berani berspekulasi untuk membuat konsep seperti itu. Entah takut dibilang meniru atau karena alasan pembuatan karakter, video klip animasi dan menghidupkan karakter tersebut terbilang mahal dan membutuhkan tenaga ahli untuk menggarapnya secara kontinyu. Beda dengan band non-animasi yang memunculkan personel band seutuhnya.

Akan tetapi, kemunculan dari band animasi Bro Sixteen baru-baru ini mungkin bisa menjadi awal mula geliat band animasi di tanah air. Pasalnya, meski saat ini hanya mengcover lagu-lagu musisi terkenal, konsepnya ini patut diapresiasi dan diacungi jempol.

Digarap oleh 7 orang pemuda yang berlainan kota dan berlatar belakang design grafis, Bro Sixteen muncul di youtube dengan mengcover lagu legendarisnya Guns ‘N Roses yang berjudul ‘Sweet Child O’Mine’. Digawangi oleh 7 design grafis yang berbeda kota tidak menyurutkan keinginan pemuda-pemuda di balik Bro Sixteen untuk berkarya melalui karakter animasinya ini. Penggarapan video perdananya ini tak luput dari peran pentingnya media elektronik seperti chat dan email. “Setiap hari kami intens chatting melalui Whatsapp, Messenger atau email untuk berbagi ide dari masing-masing member dan mengolahnya sedemikian rupa. Kami kebantu banget sama aplikasi chat dan email.” Jelas Asto personel Bro Sixteen yang paling senior. “Kami mengerjakan masing-masing karakter sendiri-sendiri. Mulai dari pembuatan full karakter dan gerak animasi. Sebelumnya kami juga membagi masing-masing karakter mau pegang alat musik apa sesuai dengan seleranya masing-masing aja. Prosesnya kurang lebih sebulan sampai launching video pertama pada tanggal 31 desember 2016 tepat sehari sebelum malam pergantian tahun.”, tambahnya.

Berbicara mengenai proses pembuatan video, perpaduan gerakan masing-masing personel di video animasi tersebut tidak akan ada yang menyangka apabila sebenarnya pembuatan masing-masing karakternya dibuat hanya dengan menggunakan software PowerPoint. Ya, PowerPoint, software bawaan dari Microsoft Office yang pengguna Windows biasanya akan memilikinya; software yang pada tahun 1987 awalnya adalah sebuah software untuk Apple Macintosh itu. “Biasanya mungkin yang lain pakai software After Effect, kalau kami pure pakai PowerPoint. Bahkan pembuatan karakter juga kami pakai software yang sama. Biasanya, sih, yang lain pakai Photoshop atau mungkin Corel Draw.”, jelas Asto.

Penamaan karakter masing-masing member Bro Sixteen juga cukup unik. Masing-masing karakter menggunakan kata ‘Bro’ di depan namanya dan ini juga yang menginspirasi nama Bro Sixteen. Bisa dilihat di videonya yang tertulis nama-nama mereka di samping karakternya ketika sedang beraksi membawakan lagu Sweet Child o’Mine. Nama masing-masing karakternya adalah BroJhol, Brokoli, Brownies, Bro Moghie, BroSur, BroKil dan Bro Ojrot.

Personil Bro Sixteen

Ditanya mengenai project selanjutnya, rencana Bro Sixteen akan masih mengcover lagu-lagu hits terlebih dulu. “Di hari yang sama kami juga mengupload video ke dua. Kami menggunakan lagunya Super Junior, judulnya Superman. Lagu itu lagu tribute buat salah satu internet marketer Indonesia, namanya mas Dewa Eka Prayoga yang tempo hari sakit. Tapi alhamdulillah sekarang sudah berangsur pulih.” imbuhnya. “Sebenarnya pertemuan kami ini juga nggak terlepas dari peran salah satu internet marketer yang bikin produk digital. Kami bertujuh ketemu di group Facebooknya beliau. Group khusus buat after salesnya produk yang kita beli dari beliau. Namanya mas Ilham Zulkarnain. Bisa jadi kita nanti bikin juga video pake karakter animasi beliau. Liat entar aja.” tambah Asto seraya tersenyum.

“Kami biasanya patungan buat keperluan Bro Sixteen. Patungannya sih emang nggak seberapa, tapi ini menunjukkan peran dan kepedulian kami buat nunjukkin keseriusan kami menggarap Bro Sixteen ke depannya. Uangnya kami buat belikan domain dan hosting web, juga untuk keperluan lain. Alamat official website kami adalah brosixteen.com.  Di samping itu, kami juga sudah mengerjakan project bareng-bareng yang menghasilkan. Rencana ke depan, kami mau buka jasa untuk pembuatan explainer video, web design, video klip animasi dan lain-lain.” terangnya.

Bro Sixteen juga rencananya akan menggarap video animasi dengan menggunakan lagu ciptaan sendiri. Selain design grafis ternyata di balik Bro Sixteen juga ada yang memiliki latar belakang musik. “Kami masih memikirkan cara yang tepat agar semuanya bisa berkontribusi secara maksimal mengingat kami tinggal di 5 kota berlainan. “Kami 2 orang dari Bogor, 1 orang dari Kotamobagu Sulawesi Utara, 1 orang dari Bekasi, Surabaya 1 orang, Makassar 1 orang dan saya sendiri dari Bandung.”, jawab Asto via telepon ketika ditanya dari mana asal masing-masing personil di balik Bro Sixteen.

Facebook Comments
Share this :

Related posts

Leave a Comment

Translate »