Search

Step by Step Cara Membuat Sertifikat Tanah yang Tepat

Step by Step Cara Membuat Sertifikat Tanah yang Tepat
Share this :




Bagi mereka yang belum pernah sama sekali melakukan sebuah transaksi jual beli tanah sebelumnya, besar kemungkinan belum mengetahui pula bagaimana cara membuat sertifikat tanah yang benar. Padahal sertifikat tanah adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh setiap pemilik tanah. Setiap melakukan sebuah transaksi jual beli tanah maka benda ini harus selalu ada sebagai bukti syarat sah kepemilikan atas tanah yang dimaksud. Apalagi pada akhir-akhir ini banyak sekali kasus yang menyangkut dengan kepemilikan tanah, aksi saling berebut dan mengklaim hak kepemilikan tanah. Hal ini banyak terjadi karena ketidak jelasan surat sertifikat tanah yang disengketakan. Kasus ini bahkan banyak terjadi dikalangan saudara sendiri. Karena itulah mengetahui cara membuat sebuah sertifikat tanah yang benar perlu diketahui oleh setiap pemilik tanah agar terhindar dari berbagai permasalahan yang telah disebutkan.

Pembuatan sertifikat tanah bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai sebuah hal yang rumit. Harus mengurus ke sinilah harus ke sanalah, harus butuh inilah harus perlu itulah, dan lain sebagainya. Ada juga yang menganggap bahwa pembuatan sertifikat tanah bakal membutuhkan biaya yang besar. Maka dari itu sebagian besar pemilik tanah lebih mempercayakan pembuatan sertifikat tanah ini kepada orang lain. Padahal dengan menyerahkan pengurusan pembuatan sertifikat tanah ini kepada orang lain memiliki resiko yang cukup besar. Untuk itulah ada baiknya untuk anda mengetahui langkah-langkah step by step bagaimana cara membuat sertifikat tanah yang benar berikut ini:

  1. Syarat-syarat yang harus dibawa/diperlukan
  • Formulir permohonan pembuatan sertifikat tanah. Harus diisi lengkap dengan tanda tangan dan dibubuhi materai. Isi formulir tersebut meliputi data diri, luas dan letak tanah, penggunaan tanah yang akan dimohonkan, pernyataan bahwa tanah yang dimohonkan bukanlah tanah sengketa, beserta pernyataan bahwa tanah tersebut telah dimiliki secara fisik.
  • Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga pemohon.
  • Fotokopi SPPT PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi Bangunan) terbaru dan masih berlaku.
  • Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Fotokopi girik yang dimiliki
  1. Langkah-langkah pembuatan sertifikat tanah
  • Mengumpulkan dokumen persyaratan yang diharuskan. Untuk dokumen-dokumen seperti pernyataan bahwa tanah bukan merupakan tanah sengketa dan keterangan riwayat kepemilikan tanah bisa didapatkan dengan meminta surat rekomendasi dari kelurahan atau kecamatan. Pembuatannya dapat sekaligus dilakukan di kelurahan.
  • Mengunjungi BPN atau Badan Pertahanan Negara yang ditunjuk untuk lingkup wilayah anda. Disana anda akan diminta untuk membeli formulir pendaftaran. Anda kemudian akan mendapatkan dua map, warna biru dan juga kuning. Setelah itu mintalah petugas untuk melakukan peninjauan lokasi, berupa pengukuran tanah atau bangunan yang dimaksud. Kemudian disertai dengan penerbitan gambar dan surat ukur, yang telah disahkan oleh Badan Pertahanan Negara.
  • Setelah semua dokumen tambahan seperti Surat Ukur Tanah telah selesai, satukan dengan berkas yang sebelumnya dan serahkan kepada petugas BPN.
  • Tunggu konfirmasi mengenai BPHTB atau BEA Perolehan Hak Atas Tanah yang akan dibebankan kepada anda. BPHTB ini akan disesuaikan dengan ukuran dan gambar yang tertera pada dokumen sebelumnya. Bersama dengan pemberitahuan konfirmasi ini anda juga bisa menanyakan berapa lama kira-kira proses hingga penerbitan sertifikat tanah yang anda mohonkan, biasanya sekitar enam bulan hingga satu tahun lamanya, tergantung BPN masing-masing wilayah.
  • Setelah itu tunggu lagi untuk pengumuman pengesahan atas sertifikat tanah yang anda ajukan. Jika telah disahkan maka anda tinggal menunggu penerbitan sertifikat tanah yang dimaksud.

Untuk masalah biaya pembuatan sertifikat tanah ini tidaklah mahal, untuk biaya administrasi total dana yang harus anda keluarkan hanya sekitar Rp. 50.000,00. Berbeda ceritanya apabila anda mengurusnya melalui PPAT atau bahkan calo. Sebenarnya dengan mengetahui langkah-langkah cara membuat sertifikat tanah tersebut di atas, ada baiknya anda melakukannya sendiri agar lebih meyakinkan dan menghemat biaya.

Facebook Comments
Share this :

Related posts

Leave a Comment

Translate »