Search

Strategi Membeli Lelang Rumah BTN Agar Tidak Rugi

Strategi Membeli Lelang Rumah BTN Agar Tidak Rugi
Share this :




Jika Anda berkeinginan untuk membeli rumah, ada sebuah pilihan yang menjanjikan Anda mendapatkan rumah dengan harga miring yakni lewat rumah lelang dari bank seperti lelang rumah BTN. Adapun rumah yang dilelang merupakan rumah sitaan karena sang pemilik tidak sanggup melunasi cicilan pinjamannya kepada bank BTN. Macetnya cicilan tersebut disebabkan bunga kredit yang bertambah sehingga setoran KPR milik nasabah banyak yang terhenti. Oleh karena itu, demi menurunkan rasio kredit bermasalah, tim khusus dari BTN memantau mana saja nasabah yang tak mampu membayar kredit lagi. Hasil pantauan tersebut menggerakkan bank untuk melelang aset properti tersebut. Nah, bagi Anda yang berminat membeli rumah lelang ini, berikut beberapa strategi yang perlu dicermati untuk menghindari kerugian.

  • Anda harus meneliti dan memastikan kelengkapan surat-surat rumah tersebut

Pastikan bahwa Anda harus memastikan segala kelengkapan surat-surat rumah yang dilelang tersebut walaupun pihank bank sudah memastikan dan mengecek kelengkapannya. Hal ini untuk menghindari adanya surat-surat yang tertinggal atau terselip sehingga di kemudian hari Anda tidak menyesal karena ketidak telitian Anda. Adapun surat yang harus dipastikan yaitu IMB atau Izin Mendirikan Bangunan, sertifikat rumah dan tanah, dan pajak bumi dan bangunan (PBB).

  • Anda wajib mendatangi langsung untuk mengetahui kondisi rumah

Lelang rumah BTN selalu memberikan informasi detail mengenai kondisi rumah dan alamat rumah lelang tersebut. Walaupun kondisi sudah dijelaskan, namun Anda tetap harus mendatangi rumah tersebut secara langsung untuk memastikan apakah kondisi yang dijelaskan sesuai dengan yang di lapangan. Pastikan hal-hal seperti saluran air, jaringan listrik, saluran telepon serta fasilitas lain yang ada pada rumah tersebut. Selain memastikan hal-hal tersebut, dengan mendatangi langsung, Anda bisa mengira-ngira apakah perlu dilakukan renovasi terhadap rumah tersebut atau tidak karena terkadang ada kondisi rumah yang berantakan. Pastikan juga tidak ada sengketa dengan si pemilik rumah tersebut karena ada beberapa pemilik yang tidak rela rumahnya disita pihak bank.

  • Anda harus aktif bertanya tentang riwayat rumah kepada pihak Bank BTN

Menanyakan detail tentang riwayat rumah juga perlu Anda lakukan karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Rumah lelang tersebut akan menjadi tempat tinggal Anda nantinya sehingga Anda berhak mengetahui sejarah rumah tersebut. Anda tidak menginginkan sebuah rumah yang ternyata bekas markas kehajatan atau semacamnya bukan? Oleh karena itu, tanyakanlah kepada pihak bank tentang seluk beluk rumah itu. Jika dirasa perlu, Anda juga bisa menanyakannya langsung ke mantan pemilik rumah.

  • Anda harus memahami beberapa dokumen terkait dengan pelelangan

Sebelum benar-benar mantap membeli rumah lelang tersebut, Anda perlu juga mengetahui dan memahami dokumen-dokumen yang berkaitan dengan proses lelang seperti perjanjian kredit atau PK, dan akta pemberian hak tanggungan atau APHT. Dokumen tersebut merupakan dokumen yang mengatur perjanjian lelang pihak bank BTN dengan pemilik rumah. Jika dokumen dirasa jelas, berarti rumah yang dilelang tersebut sudah terjamin kemanannya.

Nah, setelah Anda memastikan hal-hal di atas saat berniat membeli rumah lelang, hal yang harus Anda perhatikan selanjutnya adalah pastikan Anda memenangkan lelang rumah, dan pastikan juga Anda siap untuk melunasinya. Namun, jika Anda tidak mempunyai uang cash yang cukup untuk melunasi, Anda bisa membayar secara kredit sesuai sistem Kredit Pemilikan Rumah. Anda hanya perlu menghubungi pihak lelang rumah BTN jika dirasa perlu untuk mencicil rumah tersebut dengan melengkapi dokumen dan menyiapkan notaris sebagai perantara transaksi pembelian rumah.

Facebook Comments
Share this :

Related posts

Leave a Comment

Translate »