Search

Langkah-Langkah Jitu untuk Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan)

Langkah-Langkah Jitu untuk Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan)
Share this :




Dalam sebuah proses jual beli mengetahui cara menghitung hpp (harga pokok penjualan) adalah suatu hal yang dasar. Seseorang yang berada dalam bidang ini harus mampu menentukan nilai penjualan maupun pembelian agar dapat mengetahui keuntungan yang hendak diperoleh. Secara umum terutama pada pedagang biasa perhitungan atas harga pokok penjualan dianggap sebagai modal awal. Hal ini terkait dengan kegunaan hpp atau harga pokok penjualan sebagai patokan penentu berapa harga jual yang seharusnya diberikan kepada pembeli dalam sebuah penjualan. Sebagai pedagang tentu mengetahui harga pokok penjualan ini sangatlah penting, jangan sampai kita mengalami kerugian karena tidak mengetahui berapa modal yang telah kita keluarkan.

Untuk para pedagang yang sedikit ceroboh bisa jadi mereka tidak mengambil pusing mengenai harga pokok penjualan ini. Sehingga mereka bisa jadi justru mengalami kerugian karena harga jual produk yang mereka tawarkan dibawah harga yang mereka keluarkan untuk memproduksi barang tersebut. Untuk para pedagang menengah ke bawah, menentukan harga pokok penjualan mungkin tidaklah sulit, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa menentukan berapa modal awal yang dikeluarkan saja sudah cukup untuk mengetahui harga jual yang harus ditawarkan. Keuntungan yang didapatkan pun biasanya hanya sekitar 10 hingga 20 persen. Namun untuk para produsen atau perusahaan besar menentukan harga pokok penjualan haruslah dihitung dengan tepat agar nantinya keuntungan dari barang-barang produksinya dapat memenuhi semua kebutuhan perusahaan.

Berikut ini ada cara-cara atau langkah-langkah untuk menentukan dan menghitung hpp (harga pokok penjualan) dalam suatu perusahaan dagang:

Beberapa rumus untuk mengetahui harga pokok penjualan:

  • Harga Pokok Penjualan (HPP) = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih – persediaan akhir
  • Harga Pokok Penjualan (HPP) = persediaan barang untuk dijual – persediaan akhir
  • Harga Pokok Penjualan (HPP) = Inventory Cost + Biaya Overheat

Keterangan:

  • Persediaan awal barang dagangan = Jumlah awal barang dagangan yang tersedia.
  • Persediaan barang untuk dijual = Hasil penjumlahan dari saldo antara persediaan barang awal dagangan dengan pembelian bersih.
  • Persediaan akhir = Jumlah saldo pada akhir periode
  • Inventory Cost = Persediaan awal ditambah jumlah pembelian dikurangi sisa persediaan/ persediaan akhir.
  • Biaya overhead = Biaya yang harus dikeluarkan diluar barang dagangan.

Contoh kasus:
Untuk lebih memahami bagaimana rumus tersebut bekerja berikut ini adalah contoh kasus yang bisa mempermudah pemahaman anda.

Pada sebuah perusahaan dagang yang bergerak di bidang industri, memiliki persediaan barang senilai Rp. 5.000.000,00 pada tanggal 1 Januari 2016. Selama bulan Januari, perusaahan tersebut melakukan transaksi pembelian sebesar Rp. 50.000.000,00 hingga akhir bulan. Pada akhir periode ternyata barang dagangan yang masih tersisa adalah senilai Rp. 10.000.000,00. Maka untuk mengetahui berapa jumlah harga pokok penjualan dari perusahaan dagang tersebut adalah sebagai berikut:

  • Harga Pokok Penjualan (HPP) = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih – persediaan akhir
  • Harga Pokok Penjualan (HPP)     = Rp. 5.000.000,00 + Rp. 50.000.000,00 – Rp. 10.000.000,00
    = Rp. 55.000.000,00 – Rp. 10.000.000,00
    = Rp. 45.000.000,00

Jika perusahaan dagang tersebut memiliki biaya overhead senilai Rp. 400.000,00, maka harga pokok penjualannya menjadi:

  • Harga Pokok Penjualan (HPP)     = Inventory Cost + Biaya Overheat
  • Harga Pokok Penjualan (HPP)     = Rp. 45.000.000,00 + Rp. 400.000,00
    = Rp. 44.600.000,00

Rumus harga pokok penjualan tersebut sebenarnya sangat erat hubungannya dengan para akuntan. Namun anda tidak perlu menggunakan jasa akuntan untuk menentukannya. Karena cara tersebut sudah merupakan cara menghitung hpp (harga pokok penjualan) yang paling sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa pun.

Facebook Comments
Share this :

Related posts

Leave a Comment

Translate »