PERAK Sayangkan Oknum Yang Giring Negatif Giat Pemkot Makassar di Bali

Makassar, Berita-online.com — Aktivis LSM sekaligus seorang lowyer Jumadi Mansyur, SH menyayangkan adanya oknum-oknum tertentu yang ingin menjatuhkan citra dan kinerja Pemerintah Kota Makassar. Menurut pandangannya, ada sebagian orang yang hanya taunya menggiring opini tak berdasar untuk menolak hasil kinerja Pemkot Makassar.

“Terlepas dari siapapun pemimpinnya, program dan kinerja Pemkot termasuk kegiatan-kegiatan yang berdampak positif harus kita support bukan malah jadi penghambat dengan upaya-upaya menggiring opini publik untuk menjatuhkan seseorang,” ucap Jumadi kepada awak media saat ditemui di salah satu warkop di Kota Makassar, Minggu (26/2/23).

Lanjut Jumadi, dirinya juga turut memantau kegiatan Pemkot Makassar yang diselenggarakan di Bali.

“Sejauh ini selaku kontrol sosial dan pengawasan kami melihat upaya positif yang dilakukan Pemkot dalam hal ini Walikota Makassar menggenjot bahkan mewajibkan seluruh OPD berkolaborasi dalam mencapai pendapatan Rp 2 Triliun pada 2023,” ucap pria yang juga Wakil Ketua LSM PERAK Indonesia.

Lebih jauh Jumadi mengungkapkan dari pantauan lembaganya yang digaungkan Pemkot Makassar, tiga potensi besar dalam pendapatan yakni perparkiran, reklame, dan makan-minum agar terus ditingkatkan.

“Sebagai kontrol sosial dan pengawasan, kami setuju kinerja utama Pemda ada dua hal yang harus diutamakan, yakni meningkatkan pendapatan dan belanja,” katanya.

Jadi, Jumadi mengingatkan kepada oknum-oknum yang menurutnya ingin menggiring kinerja dan kegiatan Pemkot Makassar yang bersifat positif sebaiknya ditimbang dulu.

“Saya sebagai orang hukum cuma mengingatkan ada konsekuensi hukumnya kalau menyebarkan berita bohong, fitnah maupun pencemaran nama baik. Silahkan kritik yang membangun bukan melakukan kesengajaan untuk menjatuhkan badan atau personnya yang bisa berakibat hukum,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan di Bali Walikota Makassar menegaskan perlu adanya integrasi dan akselerasi program pendapatan yang harus betul-betul terkoordinasi dengan baik.

Untuk mencapai PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp 2 Triliun, Danny Pomanto membeberkan, pertama harus meresetting total sistem pendapatan. Mengonsep kembali sistem secara terpadu.

Ke dua, digitalisasi pendapatan wajib tanpa terkecuali di semua sisi. Apalagi sebelumnya Makassar menjuarai TP2DD zona Indonesia Timur.

Lalu digitalisasi itu harus membangun big data atau data bersama. Misalnya data mengenai retribusi sampah, hitungan PBB, menjadi satu data. Danny berharap one day Rakor ini harus terwujud sistemnya.

Orang nomor satu di Makassar itu juga memaparkan, seperti pajak dari aspek makan minum harus segera dilakukan revolusi pendapatan di situ. Juga reklame dan perparkiran.

Dari tiga aspek penting itu, pria berlatar belakang arsitektur ini menyebutkan baru 50 persen potensi yang digali. Sementara masih ada 50 persen lainnya dari bidang yang sama bahkan di sektor lainnya butuh eksplorasi serta inovasi.

“Untuk pajak makan-minum itu saya dengan Bapenda sudah berdiskusi dengan pemilik sistem yang bisa membangun kesadaran dan pengawasan pajak dari masyarakat,” beber Danny kepada awak media.

Lanjutnya, nanti dibuat sistem setiap pembelanjaan Rp 10 Ribu dapat satu nomor kupon yang diundi per bulan dan per tahun dengan hadiah yang menarik. Sehingga orang selalu ambil bill-nya. Dengan begitu orang merasa tidak sia-sia dan pasti meminta struknya,” sambungnya.

Berikutnya soal reklame, tercatat baru sekitar 30 persen yang dieksplorasi. Olehnya akan dibuat teknik manajemen yang baru. Dimulai dari ruas jalan Landak, Rappocini, Sungai Saddang Baru, dan di sudut-sudut kota.

Timnya akan mencoba mengukur berdasarkan panjang jalan dan periodikal reklame dan perhitungan digital. “Jika dibuat dengan sistem digital kita bisa melipatgandakan sampai 300 persen,” ucapnya.

Sedangkan perparkiran, dalam hitungannya dengan jumlah 1,5 juta kendaraan roda dua dan 400 ribu mobil kontribusinya sudah mencapai Rp 1 Triliun.

“Itu hanya parkir. Masa tidak dapat Rp 500 Miliar? Makanya ini PD Parkir perlu dibantu. Saya harap seluruh OPD untuk bantu parkir. Saya langsung pimpin agar ada revolusi perparkiran dan menjadi fokus kita,” yakinnya.

“Jika dilihat Tokyo dan London itu terbesar dari parkir. Ini masih sedikit dari potensi, maka saya berharap kita berpikir bersama memaksimalkan potensi lainnya sehingga kita bisa capai di atas Rp 2 Triliun,” harapnya.

Pada akhir pengarahannya, Danny Pomanto juga membuka Rakor Pendapatan secara resmi.

(*)

Pos terkait