Intens Sosialisasi, Bakal Calon Bupati Pinrang AJB Sentil Kinerja Pemerintah Daerah Dalam Menangani Banjir

Berita-Online.com, Pinrang – Bencana Banjir yang akhir-akhir ini sering melanda sejumlah kecamatan di wilayah kabupaten Pinrang Sulawesi-selatan (sulsel) menuai perhatian dan sorotan dari Kalangan politisi. Salah satunya adalah Politisi partai Berkarya yang juga menjabat sebagai Wakil ketua DPRD Pinrang, Ahmad Jaya Baramuli.

Dikutip dari media online LintasTerkini.com, Ahmad Jaya Baramuli meminta pemerintah tidak menyalahkan alam atau hujan soal banjir yang terjadi di Kabupaten Pinrang. Pasalnya, ada sejumlah titik banjir yang disebabkan oleh ketidak pedulian aparat pemerintah akibat pendakalan sungai karena tidak pernah dilakukan pengerukan.

“Jangan selalu menyalahkan kondisi alam karena semua yang terjadi itu kehendak Allah SWT. Tetapi kita semua diberikan akal untuk berfikir bagaimana bencana bisa diminimalisir dampaknya,” kata Ahmad Jaya Baramuli saat menerima aspirasi warga Kecamatan Mattiro Sompe, Lanrisang dan Cempa yang selama ini kerap terdampak banjir, belum lama ini.

AJB, Akronim Ahmad Jaya Baramuli yang diketahui merupakan Ketua DPD Partai berkarya, juga meminta pemerintah setempat sigap dalam menangani bencana.

“Banjir yang terjadi baru-baru ini, kalau diawalnya sudah kita antisipasi dengan melakukan pengerukan di muara sungai, banjirnya bisa diminimalisir sehingga tidak berlangsung lama dan dampaknya tidak terlalu meluas,” tegasnya.

Berdasarkan penelusuran yang di peroleh wartawan, AJB nampak mulai intens melakukan sosialisasi hingga kepelosok-pelosok desa untuk mendapatkan dukungan masyarakat maju bertarung di Pilkada Pinrang akan datang.

Walapun belum jelas partai apa yang akan menjadi kendaraannya maju bertarung di pilkada pinrang, Namun dapat dipastikan bahwa Partai yang mengantarkan AJB duduk di kursi Parlemen pada pileg 2019 lalu, telah dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh KPU Pusat pada pemilu mendatang.

Sementara Pemerintah daerah kabupaten Pinrang, Melalui Dinas Sumber daya Air dan Bina Kontruksi belum dapat dimintai Keterangan.

Demikian juga oleh Badan Penanggulan bencana (BPBD) Kabupaten Pinrang, Pihaknya belum dapat Memberikan keterangan.

Saat wartawan mencoba meminta tanggapannya melalui sambungan sellulernya, Jumat (27/1/23) lalu, keduanya belum dapat memberikan tanggapannya.

Laporan : SUFRI

Pos terkait