Usai Disorot Wartawan, Jatah Premium Bersubsidi di SPBU Pekkabata Massila di Hentikan Pertamina

  • Whatsapp

BERITA-ONLINE.COM, PINRANG – Usai di Sorot Wartawan Terkait Dugaan Penyalahgunaan Pendistribusian Premium Bersubsidi, SPBU Massilla Pekkabata Pinrang Kini tidak Lagi Menjual Premium Bersubsidi.

Hal Tersebut berdasarkan Sanksi surat yang dikeluarkan oleh Pihak Pertamina Makassar Dengan Nomor Surat : No.061/Q27031/2021-S3 tertanggal 24 Mei 2021.

Perihal Surat Tersebut adalah Surat Sanksi SPBU 74.912.70 PT Alqadri Ramadhan di Kabupaten Pinrang Sulsel. Terhitung Mulai Tanggal 31 Mei 2021, Pihak Pertamina Tidak Lagi Memberikan Atau mendistribusikan Premium Bersubsidi ke SPBU Massila hingga batas waktu Yang tidak ditentukan.

Hingga Berita ini di turunkan, Belum Ada Tanggapan Resmi Dari Pihak Pertamina Maupun Pihak Pengelolah SPBU, Namun wartawan terus berupaya melakukan Klarifikasi Untuk Pemberitaan Selanjutnya.

Sementara dari Pantauan Wartawan di Lokasi SPBU Minggu (30/5/2021) siang, Aktivitas di Lokasi SPBU Nampak Mulai Sepi dan tidak lagi menjual premium bersubsidi.

Diberitakan sebelumnya, Stasiun pengisian Bahan Bakar umum ( SPBU ) yang terletak di Pekkabata massila, kecamatan Duampanua kabupaten Pinrang, dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, stok BBM jenis premium di SPBU tersebut selalu cepat habis akibat di duga diperjual belikan kepada pengecer dengan berbagai modus.

Dari pantauan wartawan Jumat (7/5/2021) siang, Sejumlah mobil jenis kijang, yang diduga telah di modifikasi untuk mengangkut premium bersubsidi, nampak silih berganti masuk dan antri untuk mengisi BBM jenis premium bersubsidi di SPBU 74.912.70 massila.

Menanggapi Hal Tersebut, Anggota bidang ekonomi dan bisnis Aliansi jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Prov Sulsel, Jusman, di Lokasi SPBU Massila mengatakan, “Kami menduga pengelola SPBU hanya memproritaskan penyaluran BBM bersubsidi tersebut kepada para pengusaha pedagang (jerigen) untuk meraih keuntungan yang lebih besar dan itu sangat jelas melanggar aturan pertamina dan langgar hukum,” kata Jusman Jumat (7/5/21).

Jusman membeberkan bahwa, Perdistribusian dan penyaluran bahan bakar minyak ( BBM ) jelas sudah di atur sesuai dengan peraturan Presiden Republik Indonesia, nomor 191 tahun 2014 tentang penyedian, pendistribusian dan harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM).

Sementara Peraturan presiden nomor 15 tahun 2012, tentang harga jual eceran dan penguna jenis BBM tertentu. Permen ESDM no.8 tahun 2012 dan undang undang (UU) Migas nomor 22 tahun 2001 pasal 55 dalam pasal tersebut.

“Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp.60.000.000.000 (enam puluh miliar rupiah).” ujar Jusman

Sementara Pihak SPBU massilla melalui operator nya, Ardi, saat di tanya Wartawan Di Lokasi SPBU membenarkan bahwa pihaknya melayani pengecer yang datang mengisi menggunakan mobil kijang dan motor tander yang tangkinya telah di modifikasi.

” Kami Memang melayani mobil kijang Dan Motor Tander untuk pengisian BBM bersubsidi Jenis Premium,  mengenai Surat Izin nya bisa di Tanyakan Sama Ibu Suryana Selaku Manajer Kami,” Ujar Ardi, Jumat (7/5/2021)

Kapolres Pinrang AKBP Arief Sugihartono SIK melalui Kasatreskrim Polres Pinrang Iptu Deky Marizaldi SIK Mengatakan, Pihaknya akan Menyelidiki Kasus Ini.

” Terima Kasih, Kami Akan Tindak Tegas Oknum-Oknum Yang terlibat Di Dalamnya, ” Ujar Kasatreskrim Polres Pinrang Iptu Deky Marizaldi, Jumat (7/5/2021) di Ruang Kerjanya. (*)

Pos terkait