Pemdes Manuba Kucurkan Dana 1,5 M Untuk Pembangunan di TA 2018 Lalu, Dua Lembaga Menduga Ada Indikasi Markup Anggaran, Kades : Ada Temuan

  • Whatsapp
Foto Ilustrasi

BERITA-ONLINE.COM, BARRU – Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM-PERAK ) bersama dengan LAK-HAM INDONESIA, Menyoroti sejumlah kegiatan dan Pembangunan TA 2018, di Desa Manuba, Kec. Mallusetasi, Kab. Barru, Sulsel.

Hal tersebut di Ungkapkan Oleh Koordinator Monitoring dan Investigasi LSM Perak Sulsel, Hendra Jaya SH, Minggu (11/4/2021) pagi.

Menurut Hendra Jaya, Pemdes Manuba Mengelolah Anggaran 2,2 Milyar dari ADD/DD Pada Tahun 2018. Dari anggaran tersebut, sebanyak 1,6 Milyar digunakan untuk pembangunan fisik, Namun Pihaknya mengendus adanya upaya markup anggaran dari berbagai jenis kegiatan dan pembangunan pada tahun 2018. Akibatnya, Mutu dan spesifikasi diduga tidak sesuai yang ada dalam Rencana Anggarab Belanja (RAB).

” Kami duga ada upaya Markup anggaran, sehingga diduga kuat tidak sesuai mutu dan spesifikasi yang ditentukan dalam RAB,” Ujar Hendra Jaya, Minggu (11/4/2021) pagi.

Lanjut Hendra Jaya, Pihaknya akan membuat laporan resmi dalam waktu dekat ini kepihak terkait untuk di tindak lanjuti,” Tegasnya

Sementara Ditempat Yang sama, Koordinator Monitoring dan Investigasi LAK-HAM INDONESIA, Jumardin SH mengatakan, Ada beberapa  jenis kegiatan Fisik yang disorotinya, Diantaranya, Perintisan Jalan Tani Anggaran 289 Juta, Jalan Rabat Makkatoangnge Anggaran 269 Juta, Pengerasan Jalan Sirtu anggaran 224 Juta, Jalan Rabat Beton Barantang Anggaran 59 Juta.

Lanjut Jumardin, Pembangunan Jembatan Tani Manuba Anggaran 82 Juta, Pembangunan Jembatan Makkatoangnge Anggaran 106 Juta, Rehab Jembatan Gantung Manuba Anggaran 159 Juta, Pembangunan Embun dan Irigasi Anggaran 126 Juta, Pembangunan Saluran Irigasi anggaran 100 Juta, Rehab Talud Barantang Anggaran 44 Juta dan pembangunan Lapangan Parkir wae mabuange anggaran 136 Juta.

Sementara, Kepala Desa Manuba Ibu Hasna Sultan, Saat di Konfirmasi Wartawan Minggu (11/4/2021) pagi Melalui sambungan sellulernya mengatakan, apa yang diduga oleh LSM Perak da LAK-HAM INDONESIA Tidak Benar Adanya. Menurutnya, Semua kegiatan yang di lakukan sudah sesuai dengan Prosedur.

” Itu tidak benar, kami sudah bekerja sesuai dengan prosedur dan mengikuti RAB,” Jelasnya.

Namun, Kades Manuba Hasna Sultan tidak menampik bahwa pada tahun 2018 lalu, Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten, Pihaknya di minta untuk mengembalikan kerugian negara lebih dari 50 Juta Rupiah.

” Iya Ada temuan, inspektorat yang jumlahnya lebih dari 50 juta Rupiah yang diakumulasi dari keseluruhan Anggaran sudah kami kembalikan,” Ujar Kades Manuba Hasna Sultan.

Sementara Kapolres Barru, AKBP Gregorius Liliek,SIK Kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, Pihaknya mempersilahkan kepada Seluruh Masyarakat maupun Lembaga Untuk melaporkan dugaan-dugaan penyalahgunaan anggaran.

” Jika memang ada dugaan, dan bukti-bukti yang kuat, kami persilahkan masyarakat ataupun lembaga untuk melaporkannya, namun semua prosesnya sesuai dengan prosedur yang berlaku,” Ujar Kapolres Barru, AKBP Gregorius Liliek,SIK.

” Silahkan Laporkan jika memang Ada bukti Awal,” Tutupnya

Laporan : SUFRI

  • Whatsapp

Pos terkait