Home / ENREKANG

Sabtu, 13 Februari 2021 - 20:29 WIB

Polres Enrekang Tegaskan, Kasus Ridwan atau Wawan Memenuhi Unsur Pidana UU ITE

BERITA-ONLINE.COM, ENREKANG – Terkait kasus Penangkapan salah satu Oknum Wartawan Media Online oleh Satuan Reskrim Polres Enrekang, Yang di laporkan oleh Kabag Hukum Pemkab Enrekang selaku kuasa hukum Bupati Enrekang pada November 2020 Lalu, Kini Sedang dalam tahap penyidikan.

Hal tersebut di katakan Kapolres Enrekang AKBP Dr. Andi Sinjaya, Sabtu (13/2/2021) malam.

Menurut Kapolres Enrekang, Penanganan terhadap perkara pencemaran nama baik sudah dilakukan Penyidiknya secara profesional melalui prosedur yang berlaku.

“Sebelum Satreskrim melakukan penangkapan, sudah melakukan beberapa prosedur sesuai aturan, mulai pengaduan, terbitnya Laporan Polisi, Penyelidikan, Pemeriksaan Saksi-saksi, Ahli, Gelar Perkara dan koordinasi dengan Instansi terkait, Saya tegaskan bahwa kami melayani setiap pengaduan masyarakat tanpa pandang bulu dan melakukan proses penegakan hukum secara Obyektif,” Terang Kapolres Enrekang.

Orang Nomor Satu di Jajaran Polres Enrekang ini menambahkan, penyidik telah koordinasi dengan kementerian hukum dan ham RI Sulsel untuk mempertanyakan tentang legalitas dari website yang dilaporkan.

“Kemenkum Ham menyatakan melalui surat nomor : W.23.AH.02.03-05 yang menyatakan bahwa legalitas PT.Update Media Sulsel tidak terdaftar pada data base Ditjen AHU sebagai badan hukum maupun badan usaha, atas hal ini tentu Update Sulsel tidak memenuhi Undang-undang nomor 40 tahun 1999 pada pasal 9 ayat 2 yang berbunyi “Setiap perusahaan pers harus berbentuk badan hukum Indonesia”. “Tambah Kapolres Enrekang.

Selain itu, Lanjut Kapolres Enrekang, Pihaknya telah berkoordinasi dan mengirim surat ke Dewan Pers dan berdasarkan penelusuran melalui website Dewan Pers Nama PT tersebut tidak terdaftar sebagai Perusahaan Pers.” Lanjutnya.

Kapolres Enrekang menerangkan, Dalam tulisan tersebut posisi Terlapor sebagai narasumber bukan sebagai penulis, namun dalam pemeriksaan dia menerangkan bahwa dia yang membuat tulisan tersebut namun mencantumkan nama lain sebagai penulis.” Teran Kapolres enrekang.

“Terlapor tidak dapat menunjukan atau memperlihatkan kartu identitas selaku jurnalis pada update sulsel news dan namanya tidak tercantum sebagai reporter ataupun wartawan dalam Laman media tersebut,” Tegas Kapolres Enrekang.

Pihak Penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap Ahli Pidana, yang menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh terlapor dengan adanya pemberitaan yang dibuat, telah menimbulkan kegaduhan, keresahan dan sampai pada kebencian atau permusuhan individu, maka tindak pidana yang dilakukan Terlapor merupakan kualifikasi tindak pidana informasi dan transaksi elektronik.

Penyidik juga sudah melakukan pengecekan terhadap alamat perusahaan yang tercantum dalam halaman media tersebut yang beralamat komplek perumahan taman toraja, Tanjung Bunga, Kec. Tamalate kota Makassar.

Namun alamat tersebut tidak ada dan tidak ditemukan sebagaimana keterangan lurah setempat.

“Beberapa saksi juga sudah kami mintai keterangan diantaranya Bupati Enrekang, Wakil Bupati Enrekang serta Kabag Hukum Pemkab Enrekang,” Tutur AKBP Andi Sinjaya.

Dari hasil keterangan saksi-saksi bahwa, apa yang diberitakan Update Sulsel News oleh terlapor tidak benar dan merupakan kebohongan, karena uang yang akan dipinjam oleh Pemkab Enrekang bukan untuk membayar tenaga honorer, selain itu tidak pernah melakukan klarifikasi kepada sumber informasi dan mengutip keterangan Wakil Bupati tanpa klarifikasi dan persetujuan Yang Bersangkutan.

“Berdasarkan Data dari Pemda Enrekang, uang yang akan dipinjam oleh Pemkab Enrekang direncanakan untuk pembangunan daerah meliputi infrastruktur jalan, jembatan dan bidang kesehatan, Pusat sarana olahraga, serta bidang pasar sesuai surat pernyataan bupati kepada pemerintah pusat no 912/4213/Setda/2020 tgl 28 Desember 2020,” Tutup Kapolres Enrekang.

Atas kinerjanya, Polres enrekang mendapat apresiasi dari Tokoh pemuda (Topem) Kabupaten Enrekang.

Apresiasi ini disampaikan Suherdi kepada media, Jumat (12/02/2021) kemarin.

Menurutnya, Terlapor yang mengaku sebagai pekerja kuli tinta dan pemerhati Pemkab Enrekang selama ini meresahkan para pejabat di daerah itu dan menganggu jalanya pemerintahan di Bumi Massenrempulu melalui tulisan-tulisanya lewat salah satu media sosial.

“Kita patut mengacung jempol atas kerja keras jajaran Polres Enrekang khusnya Sat Reskrim dan Unit Tipidter karena telah berhasil menangkap Terlapor yang selama ini menggangu jalanya pemerintahan di Enrekang,” kata Suherdi, dikutip dari Ujung jari.com

Sebelumnya, Bupati Enrekang, H Muslimin Bando melaporkan pimpinan salah satu media online dan juga pemerhati Pemkab Enrekang di daerahnya terkait pemberitaan yang telah yang dinilai mencemarkan nama baik pemerintah Kabupaten Enrekang dan menghina pribadinya ke Polres Enrekang.

“Ada media (Online) menulis berita dengan judul “Sangat Memalukan Bupati Enrekang Muslimin Bando meminjam uang dana PEN 500 M untuk membayar gaji honorer” Saya tersinggung sekali dan saya keberatan.Sekarang saya lapor ke Polisi,” tegas Muslimin Bando sembari mengatakan bahwa berita itu tidak benar alias Hoaks.

Kabag Hukum Setda Enrekang, Dirhamsyah mengatakan, atas pemberitaan salah satu media online updatesulsel.news yang tulis atas nama Abu (Penulis) dan narasumbernya Ridwan (Pemerhati) yang tayang Senin 30 November 2020 tahun lalu dengan judul “Memalukan..? Pemkab Enrekang Bakal Pinjam Uang 516 M Demi Bayar Gaji Tenaga Honorer” itu ada dua unsur yang dilanggar pelaku, yakni KUHP dan Undang-undang ITE.

“Keberatan yang pertama bapak Bupati Enrekang (MB) yang pertama bahwa pemberitaan itu tidak benar (Hoaks) pencemaran nama baik dan yang kedua, penginaan karena dalam isi berita menyebut pribadi Bupati Enrekang,” jelas Dirhamsyah, Senin (8/2/2021).

Selain dari Tokoh Pemuda Kabupaten Enrekang, Polres Enrekang Juga Mendapat Apresiasi dan dukungan dari Aliansi Jurnalistik Online Indonesia ( AJOI ) Prov.Sulawesi-Selatan.

Menurut ketua AJOI Sulsel, Sufri Lakotong, Jika Suatu media tidak berbadan Hukum, Maka Pihaknya mempersilahkan dan mengapresiasi Jajaran Kepolisian Untuk menindak lanjuti kasus tersebut.

” Saya apresiasi kinerja kepolisian dalam menangani kasus ini, jika memang terbukti tidak jelas medianya dan tidak jelas siapa wartawannya, maka silahkan di tindak, kami dari organisasi AJOI tidak menginginkan ada oknum yang mengatasnamakan dirinya wartawan untuk kepentingan pribadi.” Tegasnya

Namun sufri tidak menyangkal, apabila Terlapor merupakan wartawan yang jelas medianya, maka pihaknya akan melakukan pendampingan berdasarkan UU Pers.

” Kalau media dan wartawan jelas, AJOI Akan ikut mendampingi Terlapor, Namun Jika Media dan wartawan yang di laporkan tidak jelas adanya, dan hanya mengaku-ngaku wartawan, justru kami yang akan minta aparat penegak Hukum Untuk ditindak lanjuti, demi menjaga nama baik teman teman jurnalistik di Sulawesi-Selatan.” Tegasnya

Laporan : Agus Salim

loading...
loading...

BAGIKAN BERITA INI :

BACA BERITA LAINNYA :

ENREKANG

Banit Binmas Sambangi Objek Vital Kabupaten Enrekang, Situasi Kamtibmas Kondusif Harapan Bersama

ENREKANG

Mencegah Penularan Covid-19 Personil Polsek Malua Polres Enrekang Galakkan Operasi Yustisi

ENREKANG

Patroli Gabungan TNI-POLRI Himbau Pakai Masker Kepada Para Pengunjung Pasar Baik Penjual Maupun Pembeli

ENREKANG

Pastikan Tepat sasaran, Bhabinkamtibmas Desa Matajang Polsek Maiwa Polres Enrekang Lakukan Pengamanan Dan Pengawasan Penyaluran BLT Dana Desa Tahap IV dan V

ENREKANG

Rutin Patroli Malam, Personil Polsek Anggeraja Polres Enrekang Berikan Rasa Aman Kepada Masyarakat

ENREKANG

Sinergitas TNI Polri Serahkan Bansos Kepada Warganya Yang Terdampak Corona Di Desa Buntu Pema

ENREKANG

Personil Polsek Malua Polres Enrekang Terus Gelar Operasi Yustisi

ENREKANG

Bhabinkamtibmas Polsek Maiwa Melaksanakan Pengamanan BST Tahap IX Melalui Kantor Pos Kepada Masyarakat Desa Palakka
error: Content is protected !!