Home / SOPPENG / SOROTAN

Selasa, 26 Januari 2021 - 13:18 WIB

Aturan di RSUD Latemmamala Seperti Karet: Ketat-Longgar

SOPPENG – AN, warga Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Latemmamala.

AR yang merupakan suami dari AN, menilai kalau RSUD Latemmamala Soppeng diduga pelayanannya buruk dan tidak memuaskan, khususnya yang dialami pasien AN.

Dalam perbincangan dengan jurnalnews.net, AR menceritakan kekecewaannya terhadap pelayanan dan fasilitas yang didapatkan selama di RSUD Latemmamala Soppeng.

“Sejak saya masukkan istri saya ke RS pada Jumat, 22 Januari 2021, kami sudah mendapatkan pelayanan kurang prima, diantaranya kami menemukan AC kamar tidak menyala karena tidak memiliki remote. Hal ini sudah kami sampaikan ke petugas namun sampai hari ke-4 remot AC tak kunjung ada. Alasannya sementara dicari,” ujar AR via selular, Senin malam (25/1/2021), sembari AR menambahkan bahwa dirinya baru keluar dari RSUD karena kecewa.

Selanjutnya, kata AR, di hari ke-2 lampu bohlam diatas tempat tidur pasien meletus, sehingga bohlam tersebut tidak menyala sampai saat ini. Hal ini juga sudah disampaikan ke petugas RSU.

Lanjut AR dalam cerita keluhnya, gayung air dalan kamar mandi sudah pecah atau bocor, termasuk ember sebagai tempat penampungan air kurang bersih, airnya pun berbau dan berwarna kuning.

“Kami sengaja meminta kamar kelas I, dan Insya Allah kami sanggup membayarnya dengan harapan mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang cukup prima, namun ini berbanding terbalik. Hal diatas kami tidak mau komplain sampai ke manjemen RSU, kami cukup menyampaikan ke perawat jaga. Artinya kami berusaha untuk jadi maklum,” terangnya.

AR menyebut, selama 3 malam berturut turut menemai AN (istri) di kamar bersama keluarga (tante), perawat RSUD melihat tanpa menegur kalau penjaga dibolehkan hanya 1 orang.

“Kami berpikir, penjaga lebih dari 1 orang tidak masalah dengan melihat tetangga kamar juga memiliki lebih dari 1 orang penjaga. Selama 3 malam juga tidak pernah ada sekuriti melakukan patroli atau pengecekan di kamar kami. Semuanya aman-aman saja. Namun malam ke-4, tiba-tiba datang 3 orang sekuriti meminta kami salah satu penjaga untuk keluar. Ia menyampaikan bahwa cukup 1 penjaga. Saya sudah jelaskan namun dengan tegas ia meminta bahwa hanya 1 orang boleh menjaga, dan sekuriti tersebut mengarahkan saya ke perawat untuk minta izin menjaga dengan 2 orang, namun tetap tidak diperkenankan,” urainya.

Disisi lain, AR mengapresiasi ketegasan sekuriti tersebut malam itu. Namun AR sangat kecewa dan menilai buruk pelayanan dan ketegasan yang tiba-tiba begitu saja.

“Pertanyaan saya, kemana sekuriti 3 malam sebelumnya tidak melakukan patroli, sehingga kami anggap tidak ada masalah?. Lalu kenapa perawat tidak menyampaikan kepada kami, jika tidak boleh lebih dari 1 penjaga?
Kenapa tidak diberitahukan aturan tersebut sejak awal, sehingga saya harus pulang meninggalkan istri saya malam itu,” tegas AR nada kecewa.

AR mencontohkan, jika keluarga pasien tersebut tinggal jauh dari kota Soppeng, dan tidak memiliki tempat untuk tidur malam itu, dan keluarga pasien juga tidak memiliki kendaraan?.

“Kami taat aturan, namun aturan harus ditegakkan sejak awal. Jangan aturan tersebut seperti karet, kadang ketat kadang longgar. Sekali lagi, kemarin saya meminta kelas I dan siap bayar dengan harapan mendapatkan pelayanan yang baik, namu saya sangat kecewa,” tambahnya.

AR berharap kepada manajemen RSUD Latemmamala untuk memperjelas kembali aturan yang di dalam RSUD.

“Berlakukan aturan dengan setegas tegasnya tanpa kecuali. Dan mohon perbaiki fasilitas diatas,” tegasnya.

Terpisah, jurnalnews.net melakukan konfirmasi via WhatsApp ke pihak RSUD Latemmamala, Andi Saeful menuliskan “Kalau ada keluhan yg seperti diatas. Ada WA Keluhan Pelayanan Nomor. 082291621346. Agar kami bisa cepat kami tanggapi dan telusuri. Dicantungkan saja yg mengalami keluhan (Identitas) Tempat pelayanan dimana kita mengalami keluhan dan waktu kejadian. Hal ini semua kami jadikan masukan dan evaluasi. Tapi kalau di lempar Di fb. Kami malas tanggapi krn terkadang Akun Palsu dan tidak ada selesaix berkembang terus”.

Kemudian, jurnalnews.net juga menghubungi pihak RSUD Andi Nirwana via telepon, namun tidak direspon alias menolak panggilan. Bahkan dikirimkan rilis terkait hal diatas melalui pesan pribadi tapi tak digubris/dibalas. (FSL)

loading...
loading...

BAGIKAN BERITA INI :

BACA BERITA LAINNYA :

SOROTAN

Miris, “LSM Laki” Di Wajo Diduga Bela Kades Terlapor Dugaan Korupsi, PERAK : Dia LSM, Pers Atau Pengacara

Muna Barat

Diduga Salah Gunakan Dana Desa, Kades Bangko Resmi Dilaporkan Kepihak Berwajib

SIDRAP

Dua Proyek di Kabupaten Sidrap Yang Senilai 2 Milyar Segera di Laporkan Ke Mapolda Sulsel

HUKUM

PERAK Cium Aroma Permufakatan Jahat Proses Lelang Pengadaan Sapi Dinas Peternakan Sulsel

SOROTAN

Sebanyak 35 Proyek APBD Pemkab Wajo TA 2019 Disorot, Kapolres Wajo : Silahkan Laporkan

SOROTAN

Diduga Tidak Sesuai Mutu, Talud Jalan di Dusun Lacori Desa Towalida di Sorot LSM

Muna Barat

Disorot LSM Perak, Ini Tanggapan Kades Tangkumaho Mubar

Muna Barat

Proyek Drainase Di Kusambi Mubar Tidak Ada Papan Proyeknya, Website LPSE Mubar Tidak Dapat Diakses