oleh

Lima Kades Yang di Laporkan Ke Mapolres Luwu Jadi Mandek, Dinas PUPR Diminta Segera Datangkan Tim Ahli

BERITA-ONLINE.COM, LUWU – Sejumlah Kades di Kabupaten Luwu yang dilaporkan LSM Perak Sulsel Pada Hari Jumat (3/10/2020) lalu, di duga Mandek. Hal tersebut di karenakan Terkendala adanya Tim Ahli.

Ketua LSM Perak Sulsel, Adiarsa MJ SE SH kepada wartawan mengatakan, pihaknya merasa kecewa atas kinerja pemerintah kabupaten luwu dalam hal ini dinas pekerjaan umum dan penataan ruang.

” Kami merasa kecewa atas kinerja Dinas PUPR kabupaten Luwu yang mana dinilai lambat menindak lanjuti surat dari Polres Luwu atas permintaannya untuk mendatangkan Tim Ahli,” Jelas Adiarsa, Rabu (30/12/2020).

Adiarsa menegaskan kepada Pihak Terkait dalam hal ini dinas PUPR kabupaten Luwu untuk memenuhi Permintaan Pihak Kepolisian Resor Luwu untuk mendatangkan Tim Ahli secepatnya,” Tegasnya

Hingga Berita Ini diturunkan, belum ada pernyataan Resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Luwu, namun wartawan terus berupaya melakukan klarifikasi guna untuk pemberitaan selanjutnya.

Sementara Kapolres Luwu AKBP Fajar Dani SIK Melalui Kanit tipikor Polres Luwu, Haerul, saat dikonfirmasi wartawan melalui Aplikasi WhatsApp nya, Rabu (30/12/2020) siang membenarkan prihal tersebut. Namun menurutnya, Kasus ini tetap akan di proses sesuai prosedur.

” Tim Ahli Belum Turun Pak, Namun tetap berjalan proses penyelidikannya,” Ungkap Kanit Tipikor Polres Luwu, Haerul.

Kami sementara menunggu dari Team AHLI dari PUPR untuk melaksanakan Audit pemeriksaan Fisik ( rabat beton , talud), Surat sudah d layangkan Bulan November Lalu,” Jelasnya

Diberitakan Sebelumnya, Lembaga swadaya masyarakat Pembela Rakyat Sulawesi-selatan ( LSM PERAK SULSEL ) Resmi Melaporkan Lima Kades di kabupaten Luwu Sulawesi Selatan ke Mapolres Luwu, Jumat, (2/10/2020) Siang.

Hal tersebut di benarkan ketua LSM Perak Sulsel usai menyerahkan Surat Laporannya ke Mapolres luwu.

Ketua Perak Sulsel, Adiarsa MJ SE SH membeberkan, Lima desa yang di laporkan tersebut terkait dengan dugaan adanya penyalahgunaan anggaran dana desa T.A 2018 – 2019.

” Benar, hari ini kami telah melaporkan secara resmi Lima desa ke unit Tipikor polres Luwu dan menembuskan laporan tersebut ke Mapolda Sulsel,” ungkap Adiarsa.

Dari Lima desa yang di Laporkan, Adiarsa membeberkan diantaranya, Desa Buntu Barana, Desa Pangi, Desa Salubua, Desa Murante, Dan desa Muhajirin.

Laporan : SUFRI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA