Home / Muna Barat / SOROTAN

Senin, 21 Desember 2020 - 18:18 WIB

Diduga Salah Gunakan Dana Desa, Kades Bangko Resmi Dilaporkan Kepihak Berwajib

Kades Bangko

Kades Bangko" Hayal" Resmi di Laporkan Ke Mapolres Muna, Senin (21/12/2020).

BERITA-ONLINE.COM, MUBAR – Kepala Desa Bangko, Kec.Maginti, Kab.Muna Barat, Sultra, Resmi di Laporkan Ke Mapolres Muna Polda Sultra, Senin (21/12/2020) sore.

Hayal, Yang diketahui sudah menjabat Dua Periode sebagai Kepala Desa Bangko di Laporkan ke Mapolres Muna karena di duga menyalahgunakan anggaran dana desa Pada Tahun 2018 Silam.

” Hari Ini kami telah resmi Melaporkan Kades Bangko ke Mapolres Muna Terkait dugaan penyalahgunaan anggaran pada pembangunan Jembatan Titian yang menelan anggaran Sebesar Rp.532.487.600,-” Ungkap Hendra Jaya, Koordinator Tim Monitoring dan Investigasi LSM Perak, di Halaman Mapolres Muna, Senin (21/12/2020).

Koordinator Monitoring dan Investigasi LSM Perak, Hendra Jaya SH Menjelaskan, dari hasil investigasinya di Lapangan, ada tiga titik pekerjaan yang di sorotinya, diantaranya, Rehab Jalan Titian Kayu Dengan Volume 450 M, Pembangunan Jalan Baru Titian Kayu 200 M, Dan Rehab jalan titian 75 M.

“Rehab Jalan Titian Kayu Dengan Volume 450 M Anggarannya 297 Juta, namun hasil investigasi kami, Pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai Spesifikasi Yang ditentukan di RAB,” Jelasnya

Dalam RAB, Lanjut Hendra Jaya, Pemerintah Desa Bangko Membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB) Menggunakan Hok Kayu Besi Gelondongan Panjang 7 Meter dengan Volume 445 Hok dengan harga Satuan 90.000, totalnya Rp.40.050.000,- + Kayu Besi Gelondongan Panjang 7 Meter dengan Volume 100 Meter Kubik dengan Harga satuan 400.000 totalnya Rp. 40.000.000,- + Balok Kayu Kelas 1 Ukuran 8/12 dengan Volume 15,3 Meter Kubik dengan harga satuan 3.740.000 totalnya Rp.57.222.000,- + Balok Kayu Kelas 1 Ukuran 6/12 dengan Volume 2,6 Meter Kubik dengan Harga Satuan 3.740.000 Totalnya Rp.9.742.000,- + Papan kelas 1 ukuran 3/25 dengan Volume 12 Meter Kubik dengan Harga Satuan 3.740.000 Totalnya Rp.44.880.000,-.

” Apa Yang ada Dalam RAB diduga tidak sesuai, kami menduga ada upaya Markup Anggaran,” Ungkapnya.

Hendra Jaya Menambahkan, Upah Pekerja sebanyak 329 Hari dikali 90.000/Hari hingga ditotal menjadi Rp.39.510.000, Sementara Upah tukang sebanyak 320 Hari di kali 120.000/hari hingga ditotal menjadi 38.400.000.

” Upah Pekerja dan Upah Tukang sudah jelas tidak masuk akal sebanyak Itu, apa masuk akal jika dikerjakan selama kurang lebih 300 Hari dan jika ditotal mencapai Rp.77.900.000,” Tambahnya.

Sementara, kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho kepada wartawan mengatakan, Pihaknya mempersilahkan Masyarakat maupun atas nama Lembaga untuk melaporkan jika ada temuan atau dugaan pelanggaran.

” Kami Prinsipnya tidak pernah Menghalangi semua Laporan masyarakat, Silahkan di Laporkan,” Ungkap kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho, Melalui Sambungan Sellulernya, Senin (21/12/2020).

Ditempat Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra, Kombes Pol Hery Tri Maryadi, Kepada wartawan Mengatakan, Pihaknya sangat mendukung Masyarakat untuk melaporkan Oknum-Oknum Kepala Desa Maupun Kontraktor Yang di nilai merugikan uang negara.

” Jika ada temuan atau dugaan seperti ini, silahkan diadukan di Polres Setempat, karena kerugiannya di bawah Satu Milyar, Biasanya Polres Yang bertindak, ” Jelas Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra, Kombes Pol Hery Tri Maryadi, Melalui sambungan sellulernya, senin (21/12/2020).

Mantan Kapolres Pinrang Polda Sulsel ini juga mengatakan, ” Polda sebagai Pembina Tehnis dan dapat mendorong Penyidik Untuk Menindak Lanjuti Laporan-Laporan Yang Masuk,” Tutupnya.

Sementara Kepala Desa Bangko, Hayal, Saat dikonfirmasi Wartawan Melalui sambungan sellulernya, Sabtu (19/12/2020) Malam, Membantah dirinya melakukan pelanggaran. Menurutnya, Apa yang dilakukan sudah sesuai dengan RAB.

” Dugaan itu tidak Benar Adanya, dan Inspektorat Kabupaten Sudah Melakukan Pemeriksaan dan dinyatakan tidak ada temuan sama sekali,” Jelas Kades Bangko, Hayal, melalui sambungan sellulernya, Sabtu (19/12/2020) Lalu.

Laporan : SUFRI

loading...
loading...

BAGIKAN BERITA INI :

BACA BERITA LAINNYA :

ENREKANG

Diduga Pekerjaannya Fiktif, LSM Perak Sulsel Jadwalkan Laporkan Mantan Kades Banti Ke Mapolda Sulsel

SOPPENG

Proyek Penanganan Pasca Bencana Ruas Salaondro-Pompanua Yang Menelan Anggaran 1,8 M Kondisinya Memprihatinkan

BREAKING NEWS

Polda Sultra Lidik 4 Terduga Pelaku Tindak Pidana Korupsi Di Muna Barat

Muna Barat

Telan Anggaran 345 Juta, Pengadaan MCK Di Desa Masara Mubar Disorot

Muna Barat

Diduga Korupsi, Camat Tikep Bersama Dua Mantan PLT Kades Serta Satu Kepala Desa Aktif Resmi Dilaporkan Ke Mapolda Sultra

Muna Barat

Proyek Drainase Di Kusambi Mubar Tidak Ada Papan Proyeknya, Website LPSE Mubar Tidak Dapat Diakses

SOROTAN

Sebanyak 93 Kades di Wajo Resmi Dilaporkan LSM PERAK

Muna Barat

Penggunaan Anggaran Diduga Tidak Transparan, Kades Tiga Mubar Diduga Korupsi Dana Desa