Webinar Nasional IBK Nitro dan Erlangga Hadirkan Pembicara Faisal Basri

Makassar, Berita-online.com — Senin (22/6/20), Ekonom Nasional Bapak Faisal Basri hadir sebagai pembicara pada Webinar Nasional yang dilaksanakan oleh Institut Bisnis & Keuangan Nitro Makassar dengan Penerbit erlangga. Dengan tema “Kesiapan Ekonomi Indonesia memasuki New Normal” . Webinar Nasional ini dibuka oleh Rektor IBK Nitro Prof Marsuki, DEA, PhD yang seklaigus juga menjadi pembicara. Moderator dipandu Oleh Bapak Ismail Djamaluddin, SE,.MM (Asisten Manager Erlangga Makassar), turut hadir juga Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Bapak Nurdin Subandi. Peserta yang hadir kurang lebih 300 peserta yang rata-rata berprofesi sebagai Dosen dari beberpa Perguruan Tinggi di Indonesia.

Faisal Basri mengatakan bahwa secara umum Perekonomian dunia sudah mengalami resesi, Perekonomian Amerika Serikat, Kawasan Eropa, Inggris, Kanada, Jepang dan Kebanyakan Negara Energing Markets telah mengalamikonstraksi (Pertumbuhan negatif) pada triwulan I-2020. Hampir bisa dipastikan kontraksi akan lebih dalam pada triwulan II-2020. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan merosot dan terparah sejak Depresi Besar 1929-39 yang mencapai puncaknya pada 1933. Hampir semua negara bakal mengalami kontraksi. Setiap negara akan mengalami pemulihan dengan trek yang berbeda-beda, bergantung pada amunisi yang dimiki dan efektivitas. Di Sektor Pertanian, subsektor tanaman pangan mengalami kontraksi parah (10,31%) lebih dari separuh subsektor industri manufaktur telah mengalami telah mengalami Kontraksi, Sulit menangkap peluang pergeseran global supply chain dan China karena indeks oartisipasi dalam GVC rendah, terendah di ASEAN. Samaoinsaat ini belum ada langkah nyata perangi inefesiensi sebagaimana yang terlihat drai ICOR yang tinggi, akan tetapi ada peluang jika titik berat pembangunan adalah penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya dan penundaan proyek-proyek besar, sekalipun itu proyek strategis Nasional dan pemotongan drastis anggaran pertahanan, selain itu menggenjot UMKM dan menerapkan Pembangunan berbasis Komunitas.

Bacaan Lainnya

Sementara itu Marsuki menyampaikan bahwa pertumbuhan Ekonomi Indonesia oada Q1-2020 adalah 2,97%. Damapk Covid 19 terhadap Kesehatan penyebarannya cepat, luas, menciptakan krisis kesehatan, dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin Covid 19, dampak Sosial adalah berhentinya aktifitas ekonomi yang menyerap tenaga kerjadiberbagai sektor baik formal maupun informal, dampak ekonomi membuat kinerja ekonomi menurun tajam, konsumsi terganggu, investasi terhambat, ekspor impor terkontraksi, sedangkan dampak keuangan membuat Volatilitas sektor keuangan muncul seiring turunnya investor confidence dan terjadi flight to quality sektor keuangan juga terdampak karena penurunan Kinerja Sektor rill. Selain itu dampak Covid 19 membuat angka kemiskinan dan angka pengangguran menjadi meningkat.

( Irwan )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar